Artikel ini mengenai cara-cara membuat website agar lebih mudah dinikmati pengunjung. Saya menyukai topik ini karena saya percaya design itu tidak harus cantik tapi pintar. Prinsip ini biasa dikenal sebagai usability. Artinya, kita sebagai designer belajar mendesain bukan untuk diri sendiri atau pun orang se profesi. Kita mendesain bagi siapa saja, terutama untuk mereka yang tidak mengenal IT dan belum terbiasa browsing internet.
Berikut ini adalah beberapa hal yang saya beri tahu berdasar pengalaman menjadi blogger degan blog yang (anehnya) memiliki pembaca hahahah. Sementara ide lain berasal dari penelitian kecil-kecilan via google analytic. Dan sisanya dari bacaan online dan diskusi offline dengan teman. Prinsip usability ini bersifat relatif. Jadi bisa menjadi tata cara yang benar. Akan tetapi bisa juga menjadi sesuatu yang debatable.
perinsip website usability yang saya yakini :
- Umumnya pembaca cuma scan bagian bawah halaman
Selalu ingat pattern F dan bukannya pola huruf E. User jarang menyentuh bagian bawah seperti footer. Oleh karenanya bila hendak mendesain bagian footer, kita harus memperhatikan kemudahan menemukan informasi di bagian terpojok halaman web ini. - Paragraph pendek lebih bagus daripada yang panjang
Informasi harus didesain untuk bisa dibaca cepat. Otomatis paragraph pun harus pendek pendek mengikuti tuntutan ini. Satu satunya alasan menulis panjang lebar adalah bila konteks memungkinkan. - Layout satu kolom lebih baik bagi mata dari pada yang memiliki muti kolom
Jangan membombardir user dengan terlalu banyak informasi. Biasanya website yang sederhana itu lebih baik daripada yang beribet. Kolo, yang terlalu rame umumnya dihindari pembaca karena mereka sukar membacanya. - Iklan pada bagian atas dan kiri halaman web akan mendapat lebih banyak perhatian .
Bila kamu ingin menampilkan iklan maka tidak ada cara yang lebih baik daripada mengatur posisinya disebelah kiri atas karena bagian tsb biasanya mendapat perhatian paling banyak.
Tentu saja, sekali pun diletakkan di sana, bukan berarti pengunjung pasti akan mengklik iklan tsb. Sangat konyol untuk mengorbankan desain demi meletakkan iklan. Jadi pertimbangkan baik baik dimana kamu ingin memposisikan iklan tsb. - Iklan yang diletakkan disebelah konten terbaik itu lebih rutin di lihat pembaca.
Bila kamu ingin iklan yang terpasang itu terlihat dan memiliki kemungkinan diklik orang lain, maka coba buat iklan tsb menyatu dengan desain. Letakkan mereka pada bagian paling menarik dalam artikel kamu. Nantinya, pembaca masih bisa menemukan apa yang dicarinya dan kamu memperoleh keuntungan lebih melalui iklan. - Text Ads lebih mungkin diperhatikan di banding tipe iklan lain
Seperti yang dijelaskan barusan, kebanyakan user internet itu tidak ingin menghabiskan waktu membaca sesuatu yang mirip dengan iklan. Oleh karenanya, text ads itu pilihan bijak di banding yang lain.
Text ads juga lebih mudah disatukan dengan desain keseluruhan web. Jelas saja, penyatuan ini membuat iklan tidak membebani desain dan membuat pengunjung kesal
- Gambar Ukuran besar lebih menarik Perhatian
Bila gambar abstrak itu dibenci, maka gambar yang berukuran besar itu disenangi. Kebanyakan orang lebih tertarik melihat image yang besar dimana mereka bisa melihat secara detail informasi yang disediakan. Pastikan kalau image tersebut juga relevan. Tapi pertimbangkan trend pengguna internet yang memiliki bandwidth kecil. Umumnya mereka memblok iklan adsense. - Image yang concrete lebih cocok daripada yang gambar abstrak
Umumnya orang tidak suka sesuatu yang tidak dapat dengan mudah mereka pahami. Jadi prinsip yang sama jga berlaku dalam penggunaan image. Semakin abstrak gambar yang ita pakai, maka semakin membingungkan pesan yang hendak disampaikan. - Heading selalu mengarahkan pembaca
Headline adalah bagian pertama yang dicari user. Bila mereka berasal dari search engine, maka minimalnya redaksi headline itu harus mirip dengan apa yang tertulis di halaman SERP. Jadi pembaca yang baru dihadapkan dengan halaman web baru tidak mengalami kebingungan. Mereka dapat dengan mudah menemukan apa yang mereka cari. Oleh karenanya, pilihan nan bijak laksana bila kita mendesain headline yang warna dan ukuran font berbeda drastis dengan keseluruhan isi web. - Umumnya user mudah mengenali tombol dan menu itu sebagai bagian navigasi
User yang biasa hidup di dunia dekstop (terutama dekstop windows ) terbiasa melihat tombol dan menu. Kedua elemen ini dikenali memiliki tugas khusus. Bila klik, maa akan begini dan begitu. Intinya, bila user tertarik dengan tulisan kita maka mereka akan mencari tombol dan menu yang mereka butuhkan. Misalnya tombol berpindah ke halaman lain atau menu untuk menitip komentar. - User akan melihat teks sebelum melihat gambar
Aneh memang tapi beginilah adanya psikologi pembaca online. Kebanyakan orang membuka halaman website untuk mendapatkan informasi berupa teks dan bukannya gambar. - Fokus mata user dimulai dari sudut kiri atas halaman web
Tidaklah mengherankan hal ini sebenarnya karena pada dasarnya orang-orang yang menulis tulisan latin itu membaca dari kiri ke kanan. Jadi, gerakan mata saat membaca konten online juga mengikuti pattern ini. Mereka membaca sesuai gaya tulisan. Tentu saja, hal ini berlaku terbalik bila tulisan dalam huruf arab dan huruf kanji. Orang arab dan orang jepang akan mengikuti pattern baca yang berbeda pula. - Mulanya gerakan mata dimulai dari kiri atas sampai bagian atas terbaca sebelum bergerak ke bawah dan akhirnya ke samping kanan.
Umumnya user itu membaca dengan cepat. Atau istilah usabilitynya, scanning. Pembaca menscan halaman web mengikuti pattern yang mirip huruf F. Dimulai dari sudut kiri dan dinajutkan menscan keseluruhan header dan akhirnya kembali ke bagian kiri dan kemudian ke samping kanan. Begitu seterusnya sampai ke bagian bawah.
Oleh karenanya, kita hrus meletakkan headline, sub headline, list daftar, highlight text pada bagian ini agar pembaca lebih mudah menemukannya. - Pembaca mengabaikan banner
Pembaca itu pintar. Mereka tau mana yang merupakan iklan dan mana sekedar promosi. Jadi bila iklan online itu adalah sumber pemasukan website, maka harus diperhatikan psikologi ini. Salah satu kesimpulan Penelitian eye tracking adalah pengunjung mengabaikan iklan dan segala yang memiliki ciri yang sama dengannya. - Teks degan Formatting dan Fonts yang keren itu sering diabaikan
Kebanyakan user berasumsi kalau mereka itu iklan dan tidak memiliki informasi yang mereka butuhkan.
Malah, penelitian membuktikan kalau pengunjung sukar menemukan informasi pada teks berwarna berukuran besar karena alam sadar mereka menguruh untuk mengabaikan teks tsb.visual mereka mengabaikannya. Oleh karenanya, pertahankan jalur baca imajiner situs kita dan hindari kemungkinan hal-hal yang tidak penting menjadi pengalih perhatian pembaca. Siapapun pasti tidak ingin adanya distraksi saat membaca kan ? - Tampilkan angka dengan angka (dan bukan huruf)
Kayaknya bagi siapapun, lebih mudah untuk menemukan informasi dalam sebuah website bila kita menulis dalam format angka dan bukannya huruf. Apalagi, umumnya user itu scanning dan bukan baca perlahan-lahan. Jadi usahakan agar mereka mudah menemukan apa yang bisa membuat mereka tetap tertarik untuk membaca. - Ukuran Font mempengaruhi prilaku baca pembaca
Apakah kamu ingin mengubah psikologi baca pengunjung ? Maka ubah ukuran font. Seandainya konten memiliki font kecil maka pembaca akan lebih fokus membaca.Sementara, bila teks memiliki font besar maka pembaca cenderung scanning (membaca cepat). Tergantung kebutuhan, kamu perlu menimbang apakah konten kamu itu lebih cocok untuk dibaca perlahan atau cepat. Tapi itninya tetap sama, yaitu kamu harus menyediakan konten berkualitas. - Pengunjung sudi baca subtitle bila menarik.
Jangan membuat headline demi mentaati skema penulisan tertentu. Misalnya yang biasa ada di penulisan ilmiah yang selalu dimulai dengan title abstrak dan diakhiri dengan subheadline referensi. Kita harus memastikan kalau subheadline kita itu menarik dan relevan. - Daftar teks menggunakan <ol>. <ul>, dan <li> itu mampu lebih lama menarik perhatian pembaca
Salah satu tehnik memotong paragraph yang kepanjangan itu dengan menyajikan informasi dalam daftar panjang. Format list adalah tehnik HTML yang mudah untuk digunakan saat menulis dan mendesain. Format list ini bisa membuat konten kita lebih mudah diterawang sehingga user bisa menemukan informasi lebih cepat. - Paragraph panjang itu sebaiknya dihindari
Penelitian menunjukkan kalau rata-rata pengunjung itu tidak punya cukup waktu untuk membaca teks-teks dalam ukuran besar. Kita perlu memotong teks teks ini ke dalam paragrap yang lebih pendek atau menghilangkannya sama sekali. - Format tulisan mampu menarik perhatian
Untuk menghindari kemungkinan user cuma scimming atau menscroll mempouse dengan cepat, kita perlu memberi format tertenu pada kalimat penting dalam paragrap. Kita bisa menggunakan bold, italic, atau underline. Perlu dicatat, jangan menggunakan format yang berlebihan karena bisa membuat pembaca malas membaca nya. Efek “kontras” tulisan itu pasti menghilang an dianggap bukan sesuatu yang penting. - Space kosong itu penting
Meskipun sangat menggoda untuk memenuhi layar monitor dengan segala infomasi, kita tetap perlu membuat desing tsb berkesan clean atau elegan. Kita perlu mempertahankan space atau ruang dimana user merasa bebas mengistirahatkan mata. - Tombol navigasi itu bekerja lebih baik saat diletakkan di bagian header
Navigasi bisa diletakkan di samping kanan atau kiri dan bisa juga diletakkan di bagian bawah. Akan tetapi penelitian membuktikan kalau tempat terbaik meletakkan navigasi itu di atas. Dalam konteks wordpress, kita mengenal page navigation. Umumnya designer meretakkan di bagian bawah, akan tetapi, lebih bagus bila diletakkan di bagian atas saja dekat dengan header.
